
PROVINSI JAMBI (korantekad.id) – Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah menyoroti proyeksi penurunan pendapatan Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun anggaran 2027. Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan mengelola sumber pendapatan harus segera menyiapkan langkah dan inovasi agar kemampuan fiskal daerah tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan Hafiz usai menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, Jumat (10/7/2026), yang membahas penyampaian nota pengantar Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, serta nota pengantar Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Hafiz mengatakan, berdasarkan paparan yang disampaikan Wakil Gubernur Jambi dalam rapat tersebut, pendapatan daerah tahun 2027 diperkirakan mengalami penurunan sekitar 0,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, DPRD masih akan mempelajari lebih rinci dokumen yang telah disampaikan pemerintah daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini belum terdapat sumber atau sektor pendapatan baru yang dapat menjadi penopang tambahan bagi keuangan daerah. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan yang harus segera direspons oleh seluruh perangkat daerah.
Menurut Hafiz, di tengah keterbatasan anggaran, OPD dituntut lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Upaya peningkatan penerimaan daerah, katanya, harus dilakukan melalui berbagai inovasi tanpa hanya bergantung pada sumber pendapatan yang selama ini ada.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Provinsi Jambi akan meminta komisi-komisi terkait memanggil OPD penghasil pendapatan. Langkah itu dilakukan untuk mengevaluasi strategi yang telah berjalan sekaligus mendorong lahirnya terobosan baru guna memperkuat kapasitas fiskal daerah dan meningkatkan PAD pada tahun-tahun mendatang.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

