Ambon.korantekad.id.Pengukuhan Adat Raja Negeri Asilulu Kec.Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang dilaksanakan Senin,17 Pukul. : 09.30 WIT bertempat. Baileo Hitu Hala Negeri Asilulu yang akan menghadirkan Gubernur Maluku Murad Ismail dan Ibu Widya Pratiwi yang di dampingi ,Kadis PU PR, Kadis Sosial, Kadis Perikanan, Kadis Perindag, Kadis Kominfo, Kadis PemDes, Kadis PTSP, Kadis PPPA, Kepala BPSDM, Karo Kesra, Karo AdPim dalam rangka pengukuhan raja Assilulu tersebut, belum sempat hadir Gubernur Maluku ,di negeri Assilulu terjadi insiden kecil ” dua kubuh tarian adat saling pertahankan prinsip.
Yang di himpun media ini,Bupati Maluku Tengah dan jajaran hadir lebih duluan serta tamu lainya dalam acara di maksud ,namun dalam waktu kurang lebih 5 menit, terlihat ada dua tarian muncul dari sisi kanan dan kiri lokasi kegiatan
Yang paling menonjol adalah masyarakat pada posisi depan gapura pintu masuk tarian berpakaian merah dan ikat pitah merah di kepala masuk kedalam tenda kegiatan di duga memicu keadaan hingga ada yang kemasukan , para aparat keamanan yang bertugas di lokasi tersebut baik pihak polri maupun TNI sempat mengamankan mereka dan dibantu juga oleh panitia dan masyarakat ,namun mereka tidak mau .akhirnya acara pengukuhan raja terhenti.alias tidak lanjut
.dengan kejadian tersebut Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal dan jajarannya keluar tinggalkan kegiatan, yang terlihat hanya undangan lainya. walaupun demikian raja dinyatakan syah menurut adat.

Ketua Panitia Muhammad Bahrum Kalauw dan juga matarumah Kalauw yang di temui Awak Media di sela – sela kegiatan mengucapkan Atas nama panitia dan pemerintah negeri dan masyarakat negeri Asilulu, permohonan maaf pertama kepada bapak Gubernur Maluku dan jajarannya dan kepada bupati Maluku Tengah dan jajarannya serta tamu undangan lebih lebih lagi pela gandong silatupati ,9 negeri, tentunya keadaan dan kondisi ini memang tidak memberi kenyamanan pada semua ,para undangan namun alhamdulilah tidak terjadi hal yang merugikan waulaupun munculnya insiden tersebut.



“harapan kami , sekali lagi mohon maaf kepada bapak bupati Maluku Tengah yang memang sudah hadir tapi karena kondisi mereka harus kembali demi keamanan negeri ini .Dan pada prinsipnya ,kejadian tadi nuansanya ,bukan dikliem sebagai alasan adat ,tapi muatan- muatan politik ,negeri yang memang dijadikan alasan saja .dan itu dinamika masyarakat Negeri Asilulu dan yang jelas lagi ,baik bapak Gubernur maupun bupati sesuai dengan silaturahmi panitia berdua hadir pada acara pengukuhan hanya menyaksikan saja tapi proses adat tetap di negeri sudah dikukuhkan sebagai raja .
” Kami berharap selaku ketua panitia mari kita bersatu kembali sebagai orang basudara khususnya yang membuat konflik agar ciptakan situasi dan kondisi yang aman demi Negeri Assilulu ke depan ” Harapan Kalauw ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

