Ambon. Komisi II DPRD Provinsi mengelar rapat bersama mitra yakni Unsur Logistik Bulog ,Dinas Ketahanan Pangan ,dan Dinas Pertanian secara tertutup dalam rangka membahas hasil panen padi masyarakat petani Kabupaten kepulauan Buru yang kadar airnya sangat tinggi.

Ketua Komisi II Johan Lewerissa ,kepada Awak media usai Rapat di kantor DPRD Karang Panjang Ambon Rabu,20 Juli 2022 menjelaskan, Hasil panen padi tidak di beli bulog lantaran menurut bulog karena kadar air 13 sampai 14 persen.Nah di satu sisi
peraturan menteri perdagangan
Nomor 24 tahun 2020 pasal 4 menyatakan kalau hal- hal menyangkut kwalitas itu ,harus mendapat keputusan dan arahan dari kementerian teknis untuk kita
agar supaya bulog segera minta penyelasan dengan persoalan yang terjadi.tapi di sisi lain dinas pertanian juga maksimal dalam memberi pengertian kepada masyarakat dalam hal ini petani untuk bagaimana meningkatkan produksi dan sebagainya .” Jelasnya
Namun di sisi lain lanjut Lewerissa ,hasil produksi yang dipimpin oleh bulog persoalannya itu tadi satu sisi lagi, peralatannya tidak ada dan sebagainya .Karena di Propinsi Maluku tidak ada laboratorium Untuk menguji hasil produksi pertanian dan semua harus di uji di luar dengan jelas kualitas hasil pertanian akan turun ,karena jarak paling jauh ” ujarnya
Makanya Tambah Lewerissa ,dari Komisi II ,bertemu dengan badan ketahanan pangan Nasional meminta untuk segerah membangun laboratorium untuk menguji hasil produksi pangan di Provinsi Maluku agar jangan lagi kita berharap ke daerah lain.
Dengan demikian profosal pengajuan pembangunan laboratorium sudah diajukan ,maka untuk mengatasi masalah pangan di Maluku harus kerjasama lintas sektor ,tidak bisa masing- masing instansi berjalan sendiri ,namun perlu libatkan pihak perguruan tinggi agar mendapat solusi terbaik .dan kesimpulan terakhir ,sesuai hasil dan data ketahanan pangan Nasional ,Maluku masih status raaan pangann.padahal rawan pangan bukan berarti tidak tersedia pangan tetapi dilihat dari berbagai faktor yakni transportasi, Sumber Daya Manusia ( SDM) .Jadi itu faktor- faktor tersebut, berpengaruh terhadap status Maluku sebagai rawan pangan atau tidak .” Tutup Lewerissa ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

