Ambon.korantekad.id – Cuaca buruk yang melanda wilayah Perairan Maluku kembali memicu kecelakaan laut. Sebuah longboat yang mengangkut 14 penumpang pada rute Pulau Sera, Desa Kamatubun menuju Pulau Selu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tenggelam setelah diterjang cuaca ekstrem. Insiden tersebut mengakibatkan 13 penumpang berhasil diselamatkan, sementara satu orang ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026, sekitar pukul 08.30 WIT saat longboat bertolak dari Pulau Sera. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Tanimbar yang diterima Pos SAR Saumlaki pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 11.10 WIT, perjalanan awal berlangsung normal sebelum kondisi cuaca berubah secara tiba-tiba di tengah pelayaran. Angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan longboat kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam.
Dari total 14 penumpang, sebanyak 13 orang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi ke Pulau Sera oleh warga dan unsur terkait. Sementara itu, satu penumpang dilaporkan hilang sehingga memicu pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan oleh Pos SAR Saumlaki bersama unsur Potensi SAR lainnya.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Saumlaki bergerak cepat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian pada koordinat 7°36’51.43″ LS – 130°59’3.38″ BT atau sekitar 42,3 mil laut dari Pelabuhan Saumlaki dengan arah barat laut. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Saumlaki, Direktorat Polairud Polda Maluku, Polairud Polres Saumlaki, serta masyarakat setempat.
“Sekitar pukul 13.20 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pencarian terhadap korban. Walaupun di tengah kondisi cuaca perairan yang buruk, upaya pencarian tidak berhenti dan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan personel,”ungkap Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Rabu sekitar pukul 17.49 WIT. Korban ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Perairan Hutan Bakau Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu, dengan jarak sekitar 4,6 mil laut dari titik awal lokasi tenggelamnya longboat.
Korban yang diketahui bernama Thomas Kadung (42) selanjutnya dievakuasi menuju Pulau Sera menggunakan armada SAR. Sekitar pukul 19.20 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Pulau Sera dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Dengan ditemukannya korban terakhir, Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah berhasil menuntaskan misi kemanusiaan tersebut.
Data operasi mencatat jumlah korban selamat sebanyak 13 orang dan satu korban meninggal dunia. Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Saumlaki serta longboat milik masyarakat sebagai sarana pendukung pencarian dan evakuasi.
Berdasarkan laporan kondisi lapangan, cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah berawan, namun kecepatan angin tenggara mencapai sekitar 31 knot dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran di wilayah Perairan Maluku masih menghadapi risiko tinggi, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut guna meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan serupa.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

