
JAMBI,Bungo (korantekad.id) – Aksi demonstrasi penolakan aktivitas angkutan batu bara kembali memanas. Aparat gabungan terpaksa menutup total jalur keluar-masuk angkutan batu bara di lokasi aksi pada Senin (3/2), sebagai respons atas tekanan massa dan potensi gangguan keamanan yang semakin meningkat.
Penutupan dilakukan menyusul berkumpulnya massa aksi di titik jalur utama yang selama ini digunakan sebagai lintasan kendaraan batu bara. Massa menuntut penghentian aktivitas angkutan yang dinilai merusak jalan, mengancam keselamatan warga, serta mengabaikan dampak lingkungan dan sosial.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan personel Polri, TNI, dan Satpol PP bersiaga penuh. Aparat membentuk barikade dan menjaga ketat lokasi guna mencegah kendaraan batu bara menerobos area demonstrasi. Arus lalu lintas masyarakat umum dialihkan, sementara seluruh kendaraan angkutan batu bara dilarang melintas tanpa pengecualian.
Salah satu koordinator aksi menegaskan bahwa penutupan jalan merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap lemahnya pengawasan pemerintah. “Kami sudah terlalu lama dirugikan. Jalan rusak, debu, kecelakaan, tapi aktivitas batu bara terus dibiarkan,” tegasnya di lokasi aksi.
Pihak kepolisian menyatakan penutupan jalur bersifat situasional dan dilakukan demi menjaga ketertiban umum. Namun, aparat juga menegaskan akan bertindak tegas apabila terjadi upaya provokasi atau pelanggaran hukum selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dijaga ketat. Penutupan jalur angkutan batu bara menjadi sinyal kuat bahwa konflik antara kepentingan warga dan aktivitas tambang belum menemukan titik temu, sementara tuntutan masyarakat agar pemerintah bertindak tegas kian menguat.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

