
Kasat Intel Polres Pulau Buru, Iptu Pol Sirilus Atajalim didampingi Ketua LSM Parlemen Jalanan, R.A. Soamole
Namlea, korantekad.id – Polres Pulau Buru melakukan Sosialisasi kepada para penambang di lokasi tambang emas Ilegal Gunung Botak di desa Dava kecamatan Waelata Kabupaten Buru Maluku Rabu kemarin ,20/10/2021..

Hal ini disampaikan kasat Intelkam Polres Pulau Buru,Iptu Pol Sirilus Atajalim kepada korantekad melalui WhatsApp, Kamis ,21/10/2021 .Bahwa .Kegiatan Sosialisasi dan himbauan ini , kami sampaikan kepada para penambang yang sedang bekerja pada lokasi tambang emas ilegal gunung botak karena maraknya kegiatan perendaman dan Dompeng yang menyebabkan pencemaran lingkungan agar segera dihentikan dan Lokasi tambang emas ilegal dilakukan penertiban untuk dikosongkan,” Harap kasat Intelkam.
Lanjutnya di instruksi bagi semua penambang ilegall yang bekerja digunung botak baik yang melakukan kegiaran pendompengan dan rendaman dihimbau untuk segera kosongkan areal tambang emas ilegal gunung botak. ” Himbau Atajalim.
Kasat intelkam Atajalim mengingatkan bagi penambang ilegal bahwa Betapa pentingnya pelestarian lingkungan maka masyarakat penambang disuruh untuk segera kosongkan areal pertambangan ini. ” Tegasnya .
Penambangan ilegal pasti merusak Ekologi didalam lingkungan anak cucu kedepan akan terancam akibat ulah penambang yang seenaknya lakukan kegiatan tutur kasat intel
” Yang lebih memperparah atas kondisi lingkungan lagi bahwa pemakai mercury dan Cyanida adalah unsur yang mbahayakan dimana alam dan anak cucu kedepan pasti punah .
Selsin itu, bahan berbahaya dan beracun B3 seperti mercury dan sodium Cyanida kedua bahan ini sudah tentu merusak lingkungan dan masa depan anak cucu .terang Kasat Intel Polres Pulau Buru.
Pada sosialisasi ini turut dihadiri para tokoh adat, masyarakat penambang dan LSM lembaga swadaya masyarakat. Kembali diingatkan dengan tegas oleh kasat Intel bahwa sebelum tanggal 1 Nopember lokasi ini sudah harus dikosongkan karena semua kegiatan akan dibersihkan
” Kami saat ini lagi berkoodinasi dengan pihak pihak terkait baik TNI maupun Pemda untuk menyiapkan berapa banyak personil untuk di libatkan dalam penertiban nanti .paling tidak di Minggu awal bulan November, jelas Kasat Intel ,Atajalim .
Setelah itu akan dibangun pos pos penjagaan dimana pada pos tersebut terdapat beberapa unsur TNI/Polri maupun unsur adat yang turut melakukan pengawasan tandasnya. Liputan. (Tamrin Hehanusa ).
korantekad.id Koran Tekad Online

