
Namlea, korantekad.id – Ratusan calon Penumpang yang hendak berangkat ke Namlea menggunakan jasa Pelni kapal KM Dorolonda terpaksa membatalkan keberangkatan.
“Pasalnya tiket telah diborong oleh para calon penumpang dari berbagai daerah dengan tujuan Namlea melalui cara bocking sejak hampir satu bulan.
Akibat diberlakukan Wornieng dari pihak BMKQ Provinsi Maluku yang berlangsung kurang lebih dua pekan ini. Akibat Cuaca perairan laut Maluku diterjang gelombang laut dan disertai angin kencang yang melanda perairan laut Maluku dan laut sekitarnya. Jumat,14/7/2023.
Demikian disampaikan salah satu penumpang asal Seram Maluku Tengah, Bung Ahmat yang ditemui .Ia bersama rekannya ada 15 orang ingin ke Namlea untuk mengadu nasib di tambang emas gunung botak namun sewaktu membeli tiket ternyata tiketnya telah habis. Padahal menurutnya ia dan rekannya telah pesan tiga hari yang lalu. Bung Mat bersama teman nekat berangkat menyemberang pagi ini menggunakan Kapal Dorolonda walau tidak punya tiket, ucapnya.
Kenekatan kelompok ini, bung Ahmat sampaikan keuangan mereka telah menipis.lantaran Empat hari tertahan di kota Ambon Manise, ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan salah satu sumber agen penjualan tiket yang keberatan nama ditayangkan, Sumber menyampaikan kalau tiket habis terjual sekitar satu bulan lalu.
” Aksi nekad salah satu penumpang yang berhasil naik ke dalam kapal yang ditemui media ini hanya mengatakan bahwa aksi yang dilakukan agar bagaimana cara bisa naik dan tiba di Namlea, ujarnya.
Berdasarkan Pantauan media ini langsung dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Jumat, 14 Juli 2023 pukul 04.00 WIT Melaporkan calon penumpang memadati kompleks pelabuhan mulai dari depan kantor polsek Yos Sudarso sampai dibagian halaman dalam pelabuhan hingga terminal pelabuhan bahkan Pintu masuk pemeriksaan tiket masuk dermaga
Membludaknya penumpang akibat BMGK mengeluarkan status Worniing buat kapal Fery penyemberangan Galala-Namlea dan kapal tujuan yang sama.
” Status Wornieng yang berlaku akibat kurang lebih dua Minggu belakangan perairan Maluku diterjang hujan dan angin kencang dengan gelombang laut setinggi 1 meter hingga dua meter lebih yang melanda perairan laut Maluku dan sekitarnya.
” Terpantau KM.Dorolonda sedikit dihamtam gelombang sewaktu melintasi perairan laut tanjung Alang laut Ambon dengan ketinggian gelombang setinggi kurang lebih dua meter demikian melintasi tanjung Kayu Putih laut Namlea.
Walaupun penumpang yang membludak di KM Dorolonda sehingga semua tempat tidur tidak titerlihat kosong bahkan semua ruangan dipadati para penumpang namun informasi yang dihimpun oleh awak media ini yang juga penumpang bahwa hak jatah makan para penumpang dilayani dengan baik.
Membludak penumpang kali ini terlihat sangat jelas saat para Penumpang turun dari KM Dorolonda dan memadati pintu keluar dermaga dan membanjiri lokasi pelabuhan besar Namlea setibanya kapal Dorolonda tepatnya Jumat pukul 12.00.Waktu setempat.
Membludaknya penumpang dibenarkan oleh salah satu penumpang yang lagi melangka keluar dermaga asal Ambon, Raja Laha, Yasir Mewar. Dirinya merasa biasa biasa saja Walaupun penumpang kali ini sangat membludak hampir Dua Ribu orang namun saya merasa senang pasalnya kami difasilitasi dengan sangat baik terutama mengenai porsi makan.
Menurutnya Membludak penumpang kali ini disebabkan status Wornieng sehingga para calon penumpang yang ingin ke Namlea menggunakan kapal cepat tertahan di Ambon.Sambil menunggu tibanya kapal Dorolonda dari kota Kesultanan Baabulah Ternate, Maluku Utara.
Selain itu, Mewar membenarkan selama pelayaran terasa KM Dorolonda dipermainkan ombak yang diperkirakan setinggi gelombang 1 meter hingga kurang lebih 2 Meter saat kapal melintasi Tanjung Alang dan tanjung Kayu putih.dan menurutnya itu hal yang biasa selaku orang Mluluku, tutur Raja Laha. Liputan Tamrin Hejanussa.
korantekad.id Koran Tekad Online

