Rektor Unpatti Ambon Maluku dorong Fakultas Hukum Menuju Akreditasi Internasional

Ambon.korantekad.id  — Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, mendorong Fakultas Hukum Universitas Pattimura memperkuat kualitas akademik dan kelembagaan sebagai bagian dari langkah strategis menuju pencapaian akreditasi internasional. Dorongan tersebut disampaikan dalam peringatan Dies Natalis ke-70 Fakultas Hukum Universitas Pattimura di Pelataran Fakultas Hukum, Senin, 5 Oktober 2026
Memasuki usia 70 tahun, Fakultas Hukum dinilai telah menempati posisi penting dalam perjalanan Universitas Pattimura. Sebagai fakultas tertua di lingkungan Unpatti dengan jumlah mahasiswa yang besar, Fakultas Hukum tidak hanya memiliki tanggung jawab mempertahankan kualitas pendidikan, tetapi juga dituntut memberi kontribusi lebih besar terhadap pengembangan pendidikan hukum di Maluku.
“Tahun ini Fakultas Hukum menerima 625 mahasiswa, baik di kampus utama maupun di Aru dan MBD. Kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas Hukum Universitas Pattimura begitu tinggi,” ujar Rektor
Universitas Pattimura Fredy Leiwakabessy.
Tingginya kepercayaan publik tersebut tercermin dari jumlah peminat yang setiap tahun mencapai lebih dari 1.000 calon mahasiswa melalui berbagai jalur penerimaan. Bagi pimpinan universitas, angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa Fakultas Hukum masih memiliki daya tarik sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.
Namun, tingginya animo tersebut juga membawa konsekuensi. Fakultas Hukum dituntut tidak berhenti pada capaian kuantitatif, tetapi harus memperkuat mutu akademik, tata kelola, dan kapasitas kelembagaan. Fakultas yang lebih dahulu berkembang di bidang hukum itu diharapkan mampu menjadi rujukan sekaligus memberikan dukungan bagi program studi ilmu hukum lainnya di Maluku.
Langkah menuju pengakuan internasional menjadi salah satu agenda strategis yang kini disiapkan. Program Studi S1, S2, dan S3 Hukum bersama sejumlah program studi lainnya dijadwalkan menjalani asesmen lapangan pada 22-26 November dalam rangka proses akreditasi internasional.
“Akreditasi internasional ini dari 18 program studi humaniora, yang menjadi motor pengerjaannya adalah Fakultas Hukum,” jelas Fredy.
Dorongan tersebut semakin relevan dengan besarnya kontribusi alumni Fakultas Hukum yang telah mengisi berbagai sektor strategis. Alumni tercatat berkiprah di pemerintahan pusat dan daerah, lembaga legislatif, dunia usaha, praktik hukum, BUMN dan BUMD, serta berbagai institusi lainnya. Jejaring alumni tersebut dipandang sebagai modal penting untuk memperkuat pengembangan akademik dan kelembagaan fakultas.
Kolaborasi antarunit akademik juga menjadi perhatian Rektor Unpatti. Penguatan kerja sama di lingkungan universitas diharapkan dapat menopang pengembangan 115 program studi sekaligus mendorong peningkatan mutu institusi secara menyeluruh.
“Semoga di usia 70, Fakultas Hukum akan menjadi salah satu fakultas dengan program studi terakreditasi internasional,” harap Fredy.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Adonia Ivonne Laturette, menegaskan usia 70 tahun harus dimaknai sebagai usia emas yang membawa konsekuensi untuk semakin matang dalam menentukan arah masa depan. Tema Dies Natalis ke-70, “Hukum, Manusia dan Kepulauan untuk Masa Depan”, menurutnya memiliki relevansi kuat dengan karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan.
“Usia 70 tahun bukan alasan untuk berhenti, tetapi menjadi momentum untuk semakin matang, semakin bijaksana, dan semakin berani menentukan arah masa depan,” ujarnya
Menurut Adonia, pengembangan ilmu hukum di Maluku tidak dapat dilepaskan dari karakter geografis, sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat kepulauan. Laut, katanya, bukan sekadar pemisah antarpulau, melainkan ruang kehidupan masyarakat yang melahirkan persoalan hukum dengan karakter tersendiri.
Karena itu, Fakultas Hukum perlu mengembangkan ilmu hukum berkarakter kepulauan dengan cakrawala nasional dan global. Isu yang perlu mendapat perhatian mencakup masyarakat adat, pertanahan, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, sumber daya alam, investasi, ekonomi digital, perlindungan konsumen, kekayaan intelektual, hingga lingkungan hidup.
Tantangan tersebut semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, termasuk pertumbuhan ekonomi digital dan kecerdasan artifisial yang mulai memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Fakultas Hukum dituntut mampu merespons perubahan tersebut melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Puncak peringatan Dies Natalis ke-70 ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Dekan Fakultas Hukum didampingi Rektor, Ketua Panitia, Ketua Senat Fakultas, para Wakil Dekan, dan guru besar. Kegiatan tersebut turut dihadiri para Wakil Rektor, para Dekan, guru besar, serta sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Pattimura.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa usia 70 tahun bukan sekadar catatan sejarah bagi Fakultas Hukum Universitas Pattimura. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pengalaman panjang tersebut mampu diterjemahkan menjadi mutu akademik, inovasi kelembagaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat Maluku serta perkembangan pendidikan hukum pada tingkat nasional dan global.(Ati )

About ARIATI ARIATI

Check Also

Hadiri Rakornas dan Grand BAZNAS Awards 2026, Zulhifni: Zakat Harus Produktif

JAMBI, – (korantekad.id) – JAKARTA — Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Zulhifni, yang juga bertindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *