Ambon.korantekad.id — Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa kampus harus menjadi rumah kedua bagi mahasiswa baru. Penegasan itu disampaikan dalam sambutan saat penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pattimura di lapangan upacara Universitas Pattimura, Ambon, Senin (7/9/2026).
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan mengenai arah proses pendidikan di lingkungan Universitas Pattimura. Rektor meminta seluruh sivitas akademika menempatkan mahasiswa sebagai generasi yang dipercayakan untuk dididik dan dibentuk, bukan menjadi objek perlakuan yang dapat merendahkan martabat mereka.
“Saya mengingatkan bahwa anak-anak ini dipercayakan oleh orang tua dan wali mereka untuk dididik di institusi tercinta ini. Karena itu, marilah kita menyambut mereka dengan penuh rasa tanggung jawab, bekerja dengan profesional, bekerja dengan integritas dan karakter yang tinggi,” ajak Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Fredy, tanggung jawab perguruan tinggi tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan akademik. Universitas juga memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa agar memiliki keterampilan, karakter, serta kemampuan untuk berkontribusi bagi kehidupan bangsa dan negara.
“Universitas Pattimura adalah rumah kedua mereka. Jadikan rumah kedua ini sebagai tempat untuk mereka mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Nilai-nilai tersebut akan menjadikan mereka bermakna bagi kehidupan bangsa dan negara,”utarnya
Dalam kesempatan itu, Rektor secara tegas mengingatkan seluruh sivitas akademika agar menjauhkan segala bentuk kekerasan dalam proses pendidikan. Menurut dia, interaksi antara tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh unsur kampus harus dibangun melalui pendekatan yang mendidik dan menghargai kemanusiaan.
“Jauhkan seluruh perlakuan-perlakuan kekerasan di dalam seluruh proses pendidikan. Jadikan seluruh proses yang kita jalani dengan mereka adalah proses yang humanis, proses yang edukatif,” tegas Rektor mengingatnya
Ia menekankan bahwa proses pendidikan harus membantu mahasiswa memahami apa yang mereka lakukan sekaligus menyadari manfaat dari setiap tahapan pembelajaran yang dijalani. Pendekatan tersebut dinilai penting karena mahasiswa baru merupakan calon-calon pemimpin yang kelak akan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
“Yang kita harapkan adalah mereka bisa memahami apa yang mereka lakukan dan manfaat yang bisa mereka peroleh sebagai calon-calon pemimpin bangsa,” ujarnya.
Fredy juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan komitmen terhadap pendidikan humanis sebagai moralitas bersama. Pendidikan, kata dia, idealnya melahirkan manusia yang tidak hanya unggul dalam kecerdasan intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial.
“Kami berharap tekad ini menjadi moralitas kita semua untuk membawa anak-anak kita menjadi anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi secara emosional, spiritual, dan juga relasi sosial dengan semua pihak,” ajak Rektor lagi
Penutupan PKKMB sekaligus menjadi momentum bagi Universitas Pattimura untuk mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Rektor menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menggagas, melaksanakan, hingga menuntaskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas, melaksanakan dan menuntaskan kegiatan PKKMB. Semoga apa yang kita kerjakan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Fredy.
Pesan Rektor tersebut menempatkan PKKMB bukan sekadar agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi sebagai pintu awal pembentukan budaya akademik. Bagi Universitas Pattimura, lingkungan pendidikan yang profesional, berintegritas, berkarakter, humanis, dan bebas kekerasan menjadi fondasi penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tanggung jawab sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

