Ambon.korantekad.id – Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Workshop Mahasiswa Wirausaha Tahun 2026 bertema “Mahasiswa Wirausaha, Inovatif, Kreatif dan Berdaya Saing Membangun Ekonomi Bangsa” di Ballroom Manise Hotel Ambon, Senin (27/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Workshop yang diikuti 220 mahasiswa dari 54 kelompok usaha berbagai fakultas di Universitas Pattimura ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dinilai sebagai salah satu instrumen strategis dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kewirausahaan, daya saing, serta kemampuan membangun usaha yang berkelanjutan.
“Program Mahasiswa Wirausaha merupakan salah satu instrumen strategis universitas dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kewirausahaan, daya saing, serta kemampuan menciptakan lapangan kerja. Pelaksanaan PMW menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan Universitas Pattimura,” ungkap Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Fredy, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pikir, kemampuan bertindak, serta kecakapan berkomunikasi. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter wirausahawan yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika ekonomi yang terus berkembang.
“Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan formal terakhir sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja maupun dunia usaha. Oleh karena itu, selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa harus mampu menunjukkan eksistensi diri melalui karya, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” beber Leiwakabessy.
Dalam sambutannya, Rektor juga membagikan pengalaman saat menempuh pendidikan pada era 1980-an ketika akses terhadap sumber belajar masih sangat terbatas. Ia menilai kondisi tersebut jauh berbeda dengan saat ini, ketika mahasiswa memiliki kemudahan mengakses jurnal ilmiah, buku digital, hingga perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemudahan tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi maupun manfaat sosial.
Fredy turut mendorong mahasiswa agar mulai membangun usaha berdasarkan kreativitas dan potensi yang dimiliki tanpa harus menunggu modal besar.
Perkembangan teknologi digital, menurutnya, telah membuka berbagai peluang usaha baru, mulai dari industri kreatif, karya seni, musik, hingga pengembangan konten digital yang memiliki prospek ekonomi.
Rektor menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki empat kompetensi utama untuk membangun jiwa kewirausahaan, yakni kemampuan memperoleh dan mengelola informasi secara efektif, motivasi untuk terus berkembang, semangat berkompetisi secara sehat, serta kemampuan menyusun strategi bisnis. Selain itu, mahasiswa juga didorong memanfaatkan jejaring universitas melalui bimbingan dosen, pimpinan fakultas, dan praktisi agar mampu melahirkan usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan kompetitif.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun, menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Wirausaha Tahun 2026 diikuti oleh 54 kelompok usaha yang melibatkan 220 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Ia menegaskan pentingnya membangun usaha mahasiswa yang terintegrasi dengan program studi sehingga memiliki keberlanjutan setelah program pendanaan berakhir.
“Pengembangan usaha mahasiswa tidak boleh berhenti setelah memperoleh bantuan pendanaan, tetapi harus terus berkembang melalui pembinaan yang terintegrasi di tingkat fakultas dan program studi. Bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk membangun usaha yang berkelanjutan,” tegas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni, Nur Aida Kubangun.
Nur Aida mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan PMW pada tahun-tahun sebelumnya masih terdapat kelompok usaha yang tidak mampu mempertahankan usahanya setelah program selesai. Karena itu, ia berharap proses pendampingan dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.
Workshop tersebut juga menghadirkan narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, yakni Raden Ayu Aisah Asnawi, Restia Christianty, dan Anggrany Chaniago yang memberikan materi mengenai penguatan kapasitas kewirausahaan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Universitas Pattimura berharap mampu melahirkan wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah dan nasional.(At)
korantekad.id Koran Tekad Online

