Rusuh di Tanimbar, Polisi dan TNI Siaga Redam Konflik Warga Lorulun–Atubul Da 

Tanimbar Maluku , korantekad.id — Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Tanimbar bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak mengamankan situasi menyusul konsentrasi massa warga Desa Lorulun yang berujung pada penghalangan jalan dan dugaan penyerangan terhadap seorang warga Desa Atubul Da di pertigaan Desa Lorulun, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Insiden tersebut dipicu ketegangan terkait sengketa lahan kebun Nurkese yang masih menjadi persoalan antara kedua desa.
Peristiwa ini menjadi perhatian aparat keamanan karena sengketa lahan yang belum terselesaikan telah memicu konsentrasi massa dan berujung pada jatuhnya korban luka.

Aparat gabungan TNI-Polri kini bersiaga di lokasi untuk mengendalikan situasi, mencegah aksi susulan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ketegangan bermula dari ketidakpuasan sebagian masyarakat Desa Lorulun terhadap tindakan warga Desa Atubul Da yang menyerahkan lokasi kebun Nurkese.

Pihak Desa Atubul Da mengklaim lahan tersebut sebagai milik mereka, sementara lokasi itu diketahui masih menjadi objek sengketa aktif antara kedua desa. Persoalan kepemilikan lahan yang belum tuntas tersebut menjadi latar belakang meningkatnya ketegangan di tengah masyarakat.

Situasi kemudian memanas ketika seorang warga Desa Atubul Da melintas di sekitar lokasi dan dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh sejumlah orang dari kelompok massa yang dikaitkan dengan warga Desa Lorulun.

Korban mengalami luka pada bagian kepala dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Identitas korban, kondisi medis terkini, serta perkembangan penanganan hukum atas dugaan penyerangan tersebut belum dirinci dalam keterangan yang tersedia.

Merespons perkembangan situasi, Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, langsung memimpin personel Polres turun ke lokasi kejadian. Pengamanan dilakukan bersama personel Polsek Wertamrian yang dipimpin Kapolsek Ipda Kurniawan Dwi Sandi serta personel Koramil 1507-02 Saumlaki di bawah pimpinan Danramil Lettu Inf. Abdul Rasid Rahakbau. Kehadiran aparat gabungan diarahkan untuk mengendalikan konsentrasi massa, mengantisipasi potensi bentrokan lanjutan, dan mencegah meluasnya konflik.

Dalam keterangannya, Wilhelmus menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menangani persoalan tersebut secara cepat, tepat, dan transparan. Menurut dia, langkah pengamanan tidak hanya berfokus pada pengendalian massa, tetapi juga pada upaya pencegahan agar ketegangan antarkelompok warga tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
“Guna memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif, kami (Polri) bersama TNI dari Koramil 1507-02 Saumlaki telah dan sedang melaksanakan serangkaian langkah penanganan prediktif di lapangan,” ungkap  Wakapolres Kepulauan Tanimbar Wilhelmus B. Minanlarat.

Wakapolres juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Desa Lorulun dan Desa Atubul Da untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu ketegangan baru. Ia meminta keluarga korban maupun masyarakat tidak melakukan aksi main hakim sendiri atau tindakan balasan. Dugaan penyerangan fisik harus diserahkan kepada kepolisian agar diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Persoalan sengketa lahan kebun Nurkese diharapkan diselesaikan melalui pendekatan persuasif, ketentuan hukum yang berlaku, serta melibatkan pemerintah desa dan tokoh adat, bukan dengan pengerahan massa,” pungkasnya.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga di sekitar lokasi konsentrasi massa untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Penyelesaian sengketa kebun Nurkese menjadi persoalan mendasar yang perlu ditangani melalui dialog, pelibatan pemerintah desa dan tokoh adat, serta mekanisme hukum yang jelas.

Sementara itu, penanganan dugaan penyerangan terhadap warga Desa Atubul Da perlu dilakukan secara profesional dan transparan agar tidak berkembang menjadi aksi balasan yang memperburuk hubungan kedua desa.(Ati )

 

About ARIATI ARIATI

Check Also

Gubernur Al Haris Minta PKK dan Posyandu Lebih Responsif Tangani Stunting di Jambi

JAMBI,- (korantekad.id) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., meminta peran Tim Penggerak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *