Liputan Tamrin Hehanusa
Namrole, korantekad.id – Bupati Kabupaten Buru Selatan, Safitri Malik Saolissa, kecewa Vaksinasi dilingkup Pemda Bursel angka partisipasinya yang paling rendah bila dibandingkan di beberapa kabupaten di Provinsi Maluku.

Hal tersebut disampaikan Safitri dalam kegiatan Launching Vaksin massal Covid – 19 dalam rangka menyambut hari Bhayangkara RI Ke- 76 Tahun 2021 ,bertempat depan kantor Bupati Bursel . Pada Sabtu ,26/6/21 .
Bupati Bursel menegaskan ,Saya tidak segan segan mengambil kebijakan untuk menegur ,malah saya bisa pindahkan pengawai pengawai yang tidak mau Vaksin.”
Ancamnya.
Vaksin Massal yang digiatkan seusai prosesi pengukuhan adat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan .kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Masyarakat Bursel yang sehat dan Produktif .
Selain merupakan perintah Negara Kegiatan ini juga mengawali kerja Bupati dan Wabup untuk program 100 hari kerja.

Menurut Safitri , Negara saat ini dalam kondisi Urgent sehingga masyarakat harus sadar untuk di Vaksin demi kebaikan dan kesehatan bersama.
Safitri meminta para pimpinan OPD dan seluruh ASN dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat agar kepercayaan kepada Pemda Bursel dapat lebih baik sehingga dapat bersinergi agar Masyarakatnya lebih sehat dan harmonis
Kali ini saya tidak main main apalagi dengan Virus Varian Baru dari India yang penularannya sangat cepat . Semua dilibatkan dari Kodam dan Polda Maluku untuk itu kita masyarakat punya rasa peduli bila perlu. digiring misalkan tidak ada yang mau
Tegasnya.
“Kalaupun ada persyaratan dapat dikomunikasikan dengan petugas kesehatan dan dinas kesehatan,” ucapnya.
“Terutama bagi para pegawai daerah, jangan seolah-olah kita yang tertinggal,” ujarnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada petugas kesehatan dari dinas kesehatan kabupaten Buru Selatan. Bupati Kabupaten Buru Selatan, Safitri Malik Saulissa melaunching Vaksin Massal dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-76 Tahun 2021. (*)
korantekad.id Koran Tekad Online

