Saodah :” Harga Solar Naik Sudah Sosialisasi Tapi Belum Supir Angkot.
Ambon.korantekad.id.Aksi demo dan mogok angkut terkait kenaikan harga yang perlahan saat ini,terasa ada trategis pengisian solar 50 fifti- fifti .karena ada program pertamaina untuk ram lingkungan itu maka mereka sudah lebih bagaiman untuk menjual Petrolait dsn pertamaxs .Hal ini sudah disosialisasi keseluruh Kabupaten Kota melalui Pemerintah Daerah,Kepolisian ,dan kejaksaan” Ungkap Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Santy Saodah Tethool yang dimintai Wawancara awak media usai Rakor ( Rapat Kerja ) lanjutan komisi II dengan pimpinan PT.Pertamina dan manager SPBU Se- Kota Ambon dalam rangka membicarakan terkait aksi mogok sejumlah sopir angkut kota .Jumat ,27 Agustus 2021 di kantor DPRD Maluku karang panjang Ambon.

Diherankan Tethool , Semua mereka lakukan itu, yang menjadi sedikit kekecewaan dari kami sebagai wakil rakyat kenapa masyarakat tidak mengatahui itu, biar tidak terjadi gejolak di masyarakat.” Herannya
Terhadap hal itu, nanti para supir angkut akan melakukan rapat bersama pada 7 september dan akan menetukan harga istimasi tertinggi.” Utar Saodah
Dalam kesempatan yang sama Menejer Pertamina Ambon Maluku Sams dihadapan Ketua Komisi II DPRD Maluku menjelaskan,
pihaknya berterima kasih kepada masyarakat yang mendatangi langsung ke Pertamina karena masyarakat adalah pihak pengguna minyak bersubsidi premium.Dan menerima informasi baik dari masyarakat terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi premium sehingga pihaknya akan kembali mengevaluasi kinerja karyawannya bahkan pihak SPBU.” Tandasnya
Menurutnya” sudah di sampaikan pada pihak Komisi di DPRD dan juga kepada wali kota Ambon terkait minimnya premium di kota Ambon, dan juga terjadi harga yang bervariasi serta ada perubahan tarif angkot yang akan di berlakukan pada September mendatang.
Dikatakan Sama ,pihaknya tidak ada kekurangan stok atau persediaan.Dan Depo wayame adalah depo paling besar di Indonesia Timur.untuk itu, kepada masyarakat tidak perlu khwatir Dan juga tidak ada masalah di cuaca serta tidak ada kendala pengiriman armada.
Sempat Sams mengajak semua pihak harus cek benar yang namanya pengguna langsung jangan sampai ada orang yang tidak berhak pun di atur di dalam ,
harus di cek benar pengguna sebenarnya di lapangan siapa guna mengantisipasi penyalahgunaan sistim penjualan yang akan di ketahui bahwa di jual pada wilayah atau pada orang yang tidak semestinya.” Ajaknya
Disamping itu pula lanjut Sams SPBU itu menjual destrait dan bio solar sehingga masyarakat bisa milih siapa yang menjual destrait sebenarnya.Destrait adalah salah satu bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas.Sedangkan bio solar adalah yang pastinya subsidi sementara yang destrait itu adalah subsidi dan itu hanya di peruntukan pada masyarakat yang di salurkan sesuai diperuntukan karena ada aturannya .
Ucapan terakhir Sams mengajak mengajak juga pihak media agar membantu pihaknya guna menyampaikan informasi jelas kepada masyarakat agar jika ada warga yang ingin membangun SPBU kecil karena infestasi lebih kecil dan lebih muda tersebar
Dan Ambon sudah memiliki tiga SPBU yang mana dalam bentuk perpasok karena dalam ukuran kecil.Rencana sampai akhir bulan ini bisa beroperasi sepuluh sehingga masyarakat lebih mudah mengakses.” Tutupnya ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

