UNPATTI dan Kemendag bekali 31 Mahasiswa persiapan ekspor, Produk lokal Maluku di bidik tembus pasar global 

Ambon Maluku , korantekad.id – Universitas Pattimura (Unpatti) bersama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, membekali 31 mahasiswa dengan keterampilan persiapan ekspor untuk mendorong produk lokal Maluku memasuki pasar internasional. Pelatihan yang berlangsung di Ambon pada 27–29 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa sekaligus meningkatkan nilai tambah produk berbasis potensi sumber daya alam daerah.

Kegiatan tersebut menyasar mahasiswa Unpatti yang telah menghasilkan produk melalui kelompok usaha dan program kewirausahaan kampus. Mereka tidak hanya didorong untuk mengembangkan usaha secara mandiri, tetapi juga diperkenalkan pada tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki perdagangan global. Fokus ini penting agar potensi bahan baku lokal Maluku dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan peluang pasar yang lebih luas.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan atas kepercayaan yang diberikan kepada Unpatti sebagai salah satu perguruan tinggi pelaksana Pelatihan Persiapan Ekspor.

Menurutnya, mahasiswa telah menunjukkan kemampuan menghasilkan produk dengan memanfaatkan potensi lokal, meskipun dukungan pendanaan kewirausahaan yang tersedia masih terbatas.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh adik-adik mahasiswa, sehingga apa yang kita harapkan bersama dapat tercapai,” ungkapnya

Ia menjelaskan, Unpatti memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan yang setiap tahun memperoleh dukungan pendanaan melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Dukungan tersebut menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan usaha. Namun, kemampuan menghasilkan produk perlu diikuti dengan penguasaan pengetahuan pasar, peningkatan kualitas, dan pemahaman mengenai persyaratan perdagangan internasional agar usaha yang dirintis memiliki peluang berkembang secara berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah, Ketua Tim Promosi dan Kerja Sama PPEJP Kementerian Perdagangan, Sutyaningsih, menegaskan bahwa penguatan kapasitas generasi muda merupakan bagian dari upaya memperluas basis wirausaha dan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi perdagangan internasional. Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga pengajar.
“Peluang untuk menjadi eksportir bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat terbuka lebar. Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga memiliki semangat dan keberanian untuk melihat peluang-peluang ekspor yang belum banyak digarap,” jelas  Ketua Tim Promosi dan Kerja Sama PPEJP Kementerian Perdagangan.

Sutyaningsih memaparkan tiga fokus utama program Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan ekspor melalui program Dari Lokal untuk Global. Program tersebut mencakup inisiatif UMKM Bisa Ekspor, Desa Bisa Ekspor, dan Campuspreneur. Melalui Campuspreneur, mahasiswa diharapkan mampu mengenali peluang perdagangan dunia, memahami tantangan persaingan, serta membangun kreativitas dan inovasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha berorientasi ekspor.

Untuk memperkuat pemahaman teknis peserta, pelatihan ini menghadirkan Maulana Rausyan Fikri sebagai praktisi ekspor dan Victor Tulus Pangapoi Sidabutar sebagai Widyaiswara Ahli Madya. Keduanya diharapkan memberikan wawasan mengenai praktik persiapan ekspor dan aspek teknis perdagangan internasional. Materi tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa memasuki pasar global membutuhkan persiapan terarah, bukan hanya kemampuan memproduksi barang.

Selain keterampilan ekspor, Nur Aida juga menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi profesi bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi. Sertifikat kompetensi dapat menjadi dokumen pendamping ijazah yang menunjukkan pengakuan atas keterampilan tertentu, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri. Karena itu, ia berharap kemitraan Unpatti dan Kementerian Perdagangan dapat diperluas melalui program pelatihan serta sertifikasi yang mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Kolaborasi Unpatti dan Kementerian Perdagangan ini menempatkan mahasiswa sebagai salah satu penggerak potensial pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang, pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan wirausaha muda Maluku dalam membaca peluang pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan mempersiapkan usaha menuju pasar internasional.

Meski demikian, keberhasilan ekspor tetap membutuhkan tindak lanjut berupa pengembangan produk, pemenuhan standar yang berlaku, serta kemampuan membangun jaringan pemasaran. Hasil konkret dari pelatihan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.(Ati)

 

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

About ARIATI ARIATI

Check Also

Operasi Sarang Narkoba, Polda Jambi Amankan 213 Orang dan Sita 2,69 Kg Sabu

JAMBI, – (korantekad.id) – Polda Jambi bersama Polres/ta jajaran terus menggencarkan pemberantasan peredaran gelap narkotika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *