Unpatti dan PT Inpex Perkuat SDM Lokal untuk Proyek Strategis Nasional Abadi Blok Masela Melalui Kuliah Tamu Teknik Elektro dan Manajemen Proyek

Ambon.korantekad.id – Universitas Pattimura (Unpatti) bersama PT Inpex memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Abadi Blok Masela melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Electrical Engineering and Project Management in Onshore LNG Development”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai II Universitas Pattimura ini menjadi bagian dari upaya menjembatani kebutuhan industri energi dengan dunia pendidikan tinggi.
Kuliah tamu tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura, Ruslan H.S Tawari, yang mewakili Rektor. Kegiatan menghadirkan praktisi industri migas dari PT Inpex sebagai narasumber untuk membahas tantangan pengembangan fasilitas gas alam cair (LNG) di daratan, khususnya dalam aspek teknik elektro dan manajemen proyek yang menjadi fondasi utama keberhasilan proyek berskala besar.

Dalam sambutannya, Ruslan menegaskan bahwa pengembangan fasilitas LNG merupakan proyek berteknologi tinggi yang membutuhkan perencanaan matang, pengelolaan risiko, serta dukungan tenaga kerja dengan kompetensi yang memadai. Menurutnya, kebutuhan SDM tersebut semakin mendesak seiring pengembangan Proyek Strategis Nasional Abadi Blok Masela yang berlokasi di Provinsi Maluku.
“Dunia sedang bergerak cepat menuju transisi energi yang lebih bersih, dan gas alam berperan sebagai energi transisi yang sangat strategis. Membangun fasilitas LNG bukanlah hal yang mudah, ini proyek berskala besar, kompleks, berisiko tinggi, serta membutuhkan teknologi mutakhir,” ungkap Tawari.

Ruslan menjelaskan, keberadaan Proyek Strategis Nasional Abadi Blok Masela menjadi peluang besar bagi masyarakat Maluku, namun peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan SDM lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Karena itu, Universitas Pattimura memandang penguatan kapasitas mahasiswa sebagai tanggung jawab strategis agar lulusan mampu mengambil peran pada setiap tahapan pengembangan proyek.

Ia menambahkan, sistem kelistrikan menjadi komponen vital dalam operasional fasilitas LNG. Mulai dari proses pencairan gas, pengoperasian kompresor berkapasitas besar hingga sistem penyimpanan memerlukan pasokan listrik yang stabil. Peran disiplin ilmu teknik elektro sangat menentukan dalam memastikan sistem kendali, instrumentasi, otomasi, dan distribusi daya berjalan optimal tanpa gangguan atau zero downtime, sekaligus menjaga efisiensi energi dan keselamatan kerja.
“Mari manfaatkan kesempatan ini dengan baik, berinteraksi secara aktif, dan peroleh sebanyak mungkin ilmu serta pengalaman dari para narasumber,” ajak Ruslan H.S Tawari.

Pada kesempatan yang sama, Quality Assurance/Quality Control Manager PT Inpex, Dorkas Tobing, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurutnya, pengembangan kompetensi sejak masa perkuliahan menjadi langkah strategis agar generasi muda Maluku mampu memenuhi standar industri energi yang terus berkembang.
“Kami percaya masa depan dimenangkan bukan oleh yang paling kuat, paling pintar, atau paling kaya, melainkan oleh yang paling siap. Oleh karena itu, program pengembangan kompetensi ini kami laksanakan agar mahasiswa dan masyarakat sekitar memahami apa yang dibutuhkan industri dan dapat mempersiapkan diri sejak dini,” ungkapnya

Kegiatan kuliah tamu dipandu oleh Dr. Ir. Hanok Mandaku dan menghadirkan praktisi industri Rachmat Arifin Mustafa serta Ardian Fandika sebagai pemateri. Materi yang disampaikan mengulas penerapan teknik elektro dan manajemen proyek dalam pembangunan fasilitas LNG darat, disertai sesi diskusi interaktif yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk berdialog langsung mengenai tantangan dan kebutuhan kompetensi di sektor migas.

Selain kuliah tamu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan lokakarya pengecatan yang didukung PT Hempel Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Workshop tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa melalui pengenalan teknologi pelapisan industri serta berbagi pengetahuan mengenai standar pekerjaan yang diterapkan di sektor energi.

Kolaborasi Universitas Pattimura, PT Inpex, dan PT Hempel Indonesia menunjukkan sinergi nyata antara dunia pendidikan dan industri dalam mempersiapkan SDM unggul di Maluku. Melalui penguatan kompetensi teknis, transfer pengetahuan dari praktisi, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengembangan kapasitas, diharapkan masyarakat lokal memiliki daya saing yang lebih kuat untuk berpartisipasi dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional Abadi Blok Masela sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Ati)

 

About ARIATI ARIATI

Check Also

Natalius Pigai Apresiasi Pemprov Jambi Atas Langkah Nyata Pemenuhan HAM Warga Suku Anak Dalam

JAMBI, – (korantekad.id) –  (Diskominfo Provinsi Jambi) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *