
JAMBI (korantekad.id)!– Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang inklusif melalui peningkatan akses layanan publik, pendidikan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Maulana di Jambi, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, Pemkot Jambi telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif sebagai dasar memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Melalui regulasi tersebut, setiap sekolah diwajibkan menyediakan kuota sekitar lima persen bagi calon peserta didik penyandang disabilitas melalui jalur afirmasi. Kebijakan itu bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri.
Maulana menjelaskan, keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh kebijakan penerimaan siswa, tetapi juga harus didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Mulai dari keberadaan guru pendamping hingga fasilitas penunjang yang mampu memenuhi kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Jambi juga terus meningkatkan aksesibilitas fasilitas umum. Berbagai kawasan pedestrian kini telah dilengkapi jalur landai agar lebih mudah digunakan oleh penyandang disabilitas saat beraktivitas di ruang publik.
Di bidang ketenagakerjaan, Maulana mengajak pelaku usaha untuk memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas. Ia menyebut sejumlah hotel dan perusahaan di Kota Jambi telah mempekerjakan karyawan berkebutuhan khusus sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang inklusif.
Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia pendidikan, ruang publik, dan dunia kerja menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih setara dan menghargai keberagaman.
Maulana juga mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para pekerja penyandang disabilitas dengan menghargai pelayanan yang mereka berikan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus memperkuat terwujudnya Kota Jambi yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

