YERMIAS : JEMBATAN WAI PULU PULAU SERAM MALUKU BELUM DIKERJAKAN * DIDUGA ADA KONSPIRASI BP2JK MENANGKAN PENYEDIA JASA LUAR

Yermias : Jembatan Wai Pulu  Pulau Seram Maluku  Belum Dikerjakan “Diduga Ada Konspirasi BP2JK Menangkan Penyedia  Jasa Luar.
Ambon.Korantekad.id. Jembatan Wai Pulu Pulau Seram Maluku  belum dikerjakan ” di duda ada Konspirasi BP2JK memenangkan penyedia jasa  luar oleh pemilik pekerja yakni ,Direktorat jenderal bina marga atau Balai Jalan Nasional Maluku sehingga pekerjaan jalan hingga saat ini, terhenti alias belum dikerjakan.sebagaimana diberitakan   Beritabeta Com  Kabupaten Bula Seram Bagian Timur ( SBT) Maluku , anggota komisi III DPRD Maluku, Yermias Anos dalam vidio melalui akun Facebooknya Rabu,10-3-2021
Menyampaikan,terhitung sudah satu tahun sejak ditender, proyek pembangunan Jembatan Wai Pulu di Pulau Seram, Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provisni Maluku belum juga dikerjakan.Padahal  waktu pembuatan kontrak sudah dimulai pada 3 Maret 2020 lalu,yang dimenangkan PT. Panamas Multi Konstruksi dengan nilai penawaran 73.230.117.611.54, (Tujuh puluh tiga milyar dua ratus tiga puluh juta seratus tujuh belas ribu enam ratus sebelas koma lima puluh empat rupiah).” Paparnya
Lanjut Yernias ,dari hasil pengawasan DPRD Provinsi Maluku ke wilayah itu pada pekan kemarin, bahan material berupa besi sudah di lokasi, namun sayangnya jembatan ini tidak bisa dibangun bahkan dihentikan pembangunannya oleh pemilik pekerja.Bahkan dirinya menyaksikan masyarakat mendorong mobil ” tandasnya
lain lagi, menurut Yermias ,pada Juni 2020 lalu, seharunya proyek yang ditangani Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 8 Provinsi Maluku itu sudah melakukan aktivitas pekerjaan.Dan Pekerjaan pembangunan jembatan Wai Pulu seharusnya sudah dilakukan pada Juni 2020 lalu, pemenang tender sudah ditetapkan bahkan uang muka untuk pembangunan jembatan ini pun sudah diberikan sebanyak 14 persen dari total anggaran yang digunakan untuk membangun ini” ungkap
Terkait dengan itu,  Yermias  menduga ada semacam konspirasi antara Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK), atau BP2JK dalam memenangkan penyedia jasa di luar oleh pemilik pekerja yaitu Direktorat Jenderal Bina Marga Atau Balai Jalan Maluku sehingga pekerjaan dihentikan.
Yermias ,mengakui, masyarakat yang berdiam di Teluti sampai Werinama terpaksa harus menjadi korban atas tidak dilakukannya pekerjaan jembatan Wai Pulu yang menjadi akses tiga Kecamatan di wilayah itu.padahal material jembatan yang sudah disiapkan
Untuk itu, Yermias , mendesak Balai Jalan Maluku segera melanjutkan pekerjaan tersebut. Dengan harapan masyarakat di wilayah itu tidak lagi menerobos kendaraan dalam arus sungai yang kencang ketika musim hujan.Karena dirinya menyaksikan saat itu, masyarakat mendorong mobil.
Olehnya itu,atas nama masyarakat,dan sebagai Anggota DPRD Maluku meminta agar Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR agar segera melanjutkan pekerjaan ini demi dan untuk rakyat yang ada di Seram Selatan.Karena Akibat dari belum dilakukan pekerjaan, masyarakat di dua Wilayah yakni Seram Selatan Kabupaten Malteng dan Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur ( SBT) merasa kesulitan pada akses transportasi. Apalagi pada saat hujan dan banjir, tentu akses transportasi terhenti.
Kesempatan yang sama pula ,Imha Lessy, salah satu warga Werinama yang dikonfirmasi Minggu, 14-3-2021 mengaku masyarakat di wilayah itu terkendala pada beberapa sungai besar yang tidak ada jembatan yakni,  sungai Wai Pulu dan Wai Bobot yang hingga kini belum ada jembatan.” Ucapnya
Menurutnya,apalagi saat pulang kampung pada musim hujan masyarakat  bertarung nyawa ditengah derasnya sungai,terasa sedih kalau pulang kampung” ujarnya  ” ( Ati).

About master

Check Also

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat Bandung, korantekad.id – DPRD Kota Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *