Liputan Tamrin Hehanussa
Namlea, korantekad.id -Hujan yang mengguyur wilayah pengunungan sejak beberapa pekan lalu mengakibatkan dibit air begitu tinggi dikawasan Sungai Waeapo mengakibatkan banjir mengancam lokasi Tempat Pemakaman Umum dan kuburan hanya tersisa jarak Satu setengeh meter dari tebing sungai makam yang juga ikut dipindahkan termasuk berjarak Tiga Meter.

Akibat erosi Sungai Waeapo sejak Senin Malam, Minggu ,11/7/2021 , Pukul 19.35 WIT. 12/7/2021 keadaan. Darurat Terpaksa ratusan Jenazah diPindahkan Makamnya oleh warga Masyarakat desa waetina Kabupaten Buru ,Maluku. Jumat ,16/7/2021.
Modim Masjid Waetina ,Mulyono saat ditemui di TPU Awak media ini , Muliono sampaikan pemindahan makam ini sudah sesuai ajaran Islam dan ijin dari keluarga yang dibantu oleh anggota Bhabinkamtibmas, Brigpol Agus Dwiyanto ,Pjs Waetina ,imam Masjid , juru kunci makam , tokoh agama, tokoh adat, Pemuda dan masyarakat Waetina ” Jelasnya .
Sebulumnya kata Mulyono pemindahan jenasah sudah sejak hari pertama sampai saat ini jenazah yang sudah berhasil kami pindahkan sebanyak 98 dan ada tambahan dua makam Ikut juga dipindahkan sore ini ,” kata Mulyono
Ditempat terpisah kepala Pemuda Desa Waetina ,Yohanis Nurlatu, Saat ditemui dikediamannya, menyampaikan Bukan baru kali ini banjir mengancam areal TPU tapi sudah se-sering terjadi banjir akibat luapan Sungai Waeapo pada tahun – tahun sebelumnya menyebabkan air merendam ladang dan sawah warga . Lebih parah lagi kata Nurlatu dua makam leluhur dari Warga adat terbawa arus Banjir dampak erosi sungai Waeapo kala itu.,
” Selanjutnya dirinya sangat kecewa kepada Pemda Buru yang mana ia bersama pemdes waetina sudah berkali kali sodorkan proposal tapi sampai saat ini belum ada realisasi .
Keterangan berbeda datangnya dari Pjs Desa Waetina , Nofianto sejak Hari Senin pagi Tanggal 12 Juli 2021 sampai dengan Jumat Siang Hari ini Tanggal 16 Juli 2021 sudah ada sekitar 80 Makam yang
Dipindahkan. Lebih lanjut Nofianto katakan Makam – Makam tersebut dipindahkan ke Sebelah Timur dan Sebelah Utara Makam Desa Waetina, yang mana tempat Pemindahan tersebut masih merupakan areal TPU Desa Waetina yang letaknya lebih Jauh dengan Jarak Sungai Waeapo, Sebelum Erosi tambah parah, Nofianto bermohon kiranya ada upaya dan langkah – langkah Cepat Serta Efektif dari Dinas Terkait dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dalam mencari solusi pemecahannya .
” proposal yang kami layangkan berkali-kali agar secepatnya ditindak lanjuti oleh Pemerintah dan segera bisa Mangambil Langkah guna menormalisasi Sungai . Dan ini sudah dari Masa Pemerintahan Kepala Desa yang Definitif sudah diusulkan .”urainya
Pejabat kepala Desa Waetina , Di tahun 2019 ,Kembali Mengajukan Proposal ke Pemerintah Daerah terkait Normalisasi Sungai tetapi sampai detik ini belum ada jawaban dari Pemda Buru.,
Hasil pantauan media ini Kadis Kabupaten Buru di damping Stafnya meninjau lokasi TPU desa Waetina pada Jumat kemarin 16/7/2021 pukul 11.16 WIT. Dan Kadis Sosial pernah di konfirmasi
Melalui WhatsApp untuk mintai tanggapannya namun sampai berita ini diterbitkan Ybs belum bisa dihubungi. (*)
korantekad.id Koran Tekad Online

