KETUA KOMISI II DPRD MALUKU: DAERAH JAWA GAMPANG MEMBANGUN LISTRIK ” MALUKU SULIT BUTUH WAKTU PANJANG

Ketua Komisi II DPRD Maluku : Daerah  Jawa Membangun Listrik Gampang Gampang Membangun Listrik  ” Maluku  Butuh Waktu Panjang.
Ambon.korantekad.id.Daerah Jawa membangun listrik gampang tapi Maluku ini butuh waktu yang panjang.Karena  kita punya daerah Maluku sulit untuk membangun listrik ,ada pegunungan, pulau- pulau yang sulit juga  di jangkau dengan baik contoh di Aru   yang nyala cuman di dobo maka itu memang kalau disamakan dengan daerah pudimental . itu susah sekali.” Ungkap Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Saodah Tuanakotta  usai
Rapat kerja  dengar pendapat dengan pihak PT.PLN Wilayah Maluku Senin, 23 Agustus 2021 di ruang Komisi II DPRD Provinsi Maluku karang panjang Ambon.
Dikatakan Saodah , 76 tahun Indonesia merdeka  daerah – daerah belum merasakan listrik dengan baik.Mudah- mudahan ada kebijakan pemerintah pusat berbaik hati untuk terus memperhatikan Maluku .” Pintahnya
Lanjutnya  kemarin bantuan Pemerintah Pusat sebesar 65  mega Volt baru di fokuskan kepada Kota Ambon dan sekitarnya .Sehingga daerah- daerah lain yang membutuhkan diesel ini terus ada kebijakan lagi .entah itu pengadaan dari pihak PT PLN ,ataupun kerjasama  pengadaan dari Pemerintah Daerah
Ditambahkan Saodah,  terkait kelistrian  di Maluku hari ini,  ada 53 titik yang belum di aliri listrik  yang baru diselesaikan dari 53 itu, hanya ada 16 titik selesai namun masih  49 titik  lagi yang  harus diselesaikan oleh PT.PLN .” Tambanya
Saodah  menerangkan terkendala ,PT.PLN  adalah  pemotongan anggran yang luar biasa yang di lakukan Pemerintah Pusat (pempus dengan regulasi  yang dibuat dipusat yang menghendaki negara, PT PLN harus memakai gas. namun ada kekhusan bagi Maluku yaitu bisa memakai Diesel  yang dikoordinasikan oleh Pak.Gubernur bersama menteri SDM.Mudah- mudahan pihak PLN bisa melakukan ini ,dan  dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah ( Pemda ) .” Terangnya
Selain itu juga ,yang menjadi rapat komisi II dengan PLN Maluku itu, karena ada tuntutan dan harapan  ade – ade ( adik- adik) dari Himpunan Mahasiswa Islam Maluku (HMI), bahwa  pasir putih di kabupaten Buru  yang jumlahnya kurang lebih 578 Kepala Keluarga ( KK)  itu sekitar ada seribuan lebih yang sampai saat ini belum mendapatkan listrik  Sehingga penekanan tadi kepada Pihak PT.PLN.” ujarnya
Dengan demikian ,didalam kebijakan pada 2022 itu, mereka  masuk dalam perencanaan listrik menyalah 2022 .Sehingga keinginan masyarakat melalui ade- ade ( Adik- adik ) HMI tadi ,itu bisa teralisasi .Jadi bukan Kabupaten  Buru saja akan  tetapi Maluku hampir sebagian besar ,belum teralir listrik secara baik .
Untuk itu  perlahan – lahan kita menata untuk Maluku bisa teraliri, perlu kerja sama bukan saja pihak PLN tapi pihak pemerintah daerah juga harus berfokus pada tugas dan tupoksinya.Dan dinas Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah daerah juga harus berkoordinasi kebutuhan Indonesia seperti apa. ” tegasnya ( Ati )

About master

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *