Ambon Maluku , korantekad.id Pemerintah Provinsi Maluku mendorong 1.713 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) agar tidak sekadar menjadikan gelar akademik sebagai pencapaian pribadi, tetapi mampu mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan zaman, menciptakan inovasi, dan menjadi penggerak pembangunan serta ekonomi daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali IE, saat menghadiri Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka wisuda 1.713 lulusan Program Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Oktober 2026, yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sadali membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan intelektual, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan iklim, serta dinamika global telah menghadirkan tantangan baru yang menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan teori akademis. Para lulusan harus mampu beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, dan menghasilkan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.
“Mengutip pesan Albert Einstein, ukuran kecerdasan adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan. Keunggulan masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengubah pengetahuan menjadi solusi bagi masyarakat,” ujar Sadali.
Pemprov Maluku juga menilai, kekayaan sumber daya alam daerah yang mencakup sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, energi, pariwisata, hingga kebudayaan belum akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan terobosan yang dapat meningkatkan nilai tambah potensi lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, Universitas Pattimura dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang sesuai dengan karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan. Penguatan riset ekonomi biru (blue economy), ketahanan pangan, energi terbarukan, serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan menjadi sejumlah bidang yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan daerah.
Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, Pemerintah Provinsi Maluku menitipkan tiga pesan utama. Pertama, menjadikan gelar akademik sebagai sarana pengabdian dan solusi bagi masyarakat, bukan sekadar identitas di belakang nama. Kedua, terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta menghadapi persaingan global. Ketiga, menjaga integritas, karakter, kejujuran, tanggung jawab, dan etika dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal Maluku, termasuk Pela Gandong dan semangat Orang Basudara.
“Masa depan Maluku tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tetapi terutama oleh kualitas manusia yang mampu mengelola pengetahuan, menciptakan inovasi, dan menghadirkan perubahan,” demikian pesan Gubernur Maluku yang disampaikan melalui Sekda.
Wisuda tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Rektor Universitas Pattimura, para dekan, dosen, sivitas akademika, serta orang tua dan keluarga wisudawan.
Pemprov Maluku berharap, 1.713 lulusan yang diwisuda dapat menjadi kekuatan baru dalam pembangunan daerah. Tantangan berikutnya bukan hanya bagaimana para lulusan memperoleh pekerjaan atau menempati posisi profesional, tetapi sejauh mana ilmu, keahlian, dan integritas yang dimiliki mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mengoptimalkan potensi Maluku. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan berijazah, tetapi juga generasi intelektual yang mampu membawa perubahan menuju Maluku yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

