Unpatti  dan TNI Bedah Penataan Sungai Waitomu, Tegaskan Pembangunan Harus Berbasis Kajian Ilmiah

Ambon Maluku , korantekad.id — Penataan kawasan Sungai Waitomu di Kota Ambon menjadi objek kajian akademis dalam praktik lapangan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang melibatkan mahasiswa Universitas Pattimura (UNPATTI) dan jajaran Kodam XV/Pattimura, Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Serambi Kehormatan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XV/Pattimura tersebut menekankan pentingnya kajian ilmiah, kepatuhan terhadap regulasi, dan perlindungan lingkungan dalam pelaksanaan pembangunan.

Kolaborasi perguruan tinggi dan institusi TNI ini diarahkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menganalisis proyek penataan kawasan sungai. Melalui diskusi interaktif dan peninjauan lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori pengelolaan lingkungan dan tata ruang perkotaan dengan pelaksanaan pembangunan fasilitas publik di Kota Ambon.

Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, bersama jajaran perwira dan staf Kodam menyambut mahasiswa serta dosen pembimbing UNPATTI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penataan infrastruktur, ruang publik, dan kawasan pendukung kegiatan ekonomi masyarakat harus memperhatikan manfaat bagi warga, kepatuhan terhadap hukum, serta keberlanjutan ekologis.

Salah satu aspek yang disampaikan dalam diskusi ialah penggunaan trash boom atau trash barrier, yakni perangkat penghalang sampah yang ditempatkan di perairan untuk membantu menahan dan mengarahkan sampah agar lebih mudah dikumpulkan. Perangkat tersebut disebut sebagai salah satu langkah yang berkaitan dengan upaya menjaga kebersihan kawasan Sungai Waitomu.
“Termasuk pembuatan trash boom atau sering juga dinamakan trash barrier, sebagai langkah guna menjaga kawasan sungai tersebut,” ujar Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Julius Jolly Suawa.

 

Dari perspektif akademis, Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Sumber Daya Alam pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNPATTI, Dr. Ir. Abraham H. Tulalessy, M.Si., menjelaskan bahwa kedatangan timnya bertujuan melakukan analisis serta mendukung penyusunan kajian dampak lingkungan terhadap proyek penataan yang sedang dikerjakan Kodam XV/Pattimura. Keterlibatan akademisi diharapkan memberikan landasan ilmiah dalam mengidentifikasi potensi dampak pembangunan dan merumuskan rekomendasi pengelolaan lingkungan.

Tulalessy juga memaparkan sejumlah regulasi yang relevan dengan perlindungan lingkungan dan kegiatan pembangunan, antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2021. Ketentuan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kewajiban dokumen lingkungan sesuai jenis, skala, dan karakteristik kegiatan yang dilaksanakan.

Penerapan aturan lingkungan tidak cukup hanya menjadi pelengkap administratif. Dalam pembangunan kawasan sungai, kajian yang memadai diperlukan untuk mengidentifikasi potensi perubahan aliran air, risiko genangan atau banjir, dampak terhadap kualitas air, pengelolaan sampah, serta pengaruh pekerjaan konstruksi terhadap lingkungan sekitar. Namun, besaran risiko dan langkah mitigasi yang diperlukan harus ditentukan melalui pemeriksaan teknis dan data lapangan, bukan semata-mata berdasarkan asumsi.

Tulalessy turut menyampaikan apresiasi kepada Kodam XV/Pattimura, khususnya Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, atas gagasan penataan kawasan tersebut. Ia berharap pembangunan yang dilakukan dapat mendukung terciptanya kawasan yang lebih tertata. Meski demikian, penilaian mengenai manfaat dan dampak lingkungan proyek tetap perlu ditopang oleh hasil kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Diskusi interaktif tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami proses identifikasi dampak, penyusunan dokumen lingkungan, serta pentingnya koordinasi antara pemrakarsa kegiatan dan kalangan akademisi. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Ke depan, sinergi UNPATTI dan Kodam XV/Pattimura diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk memperkuat kualitas penataan Sungai Waitomu. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari perubahan fisik kawasan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan, keselamatan masyarakat, fungsi ekologis sungai, dan manfaat jangka panjang bagi Kota Ambon. Karena itu, hasil kajian, dokumen lingkungan yang diwajibkan, serta langkah mitigasi yang diterapkan menjadi aspek penting untuk memastikan pembangunan berlangsung secara bertanggung jawab.(Ati)

 

About ARIATI ARIATI

Check Also

Gubernur Al Haris Minta PKK dan Posyandu Lebih Responsif Tangani Stunting di Jambi

JAMBI,- (korantekad.id) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., meminta peran Tim Penggerak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *